Waspada! Ini 5 Cara Penularan Scabies dari Anabul ke Manusia yang Perlu Diketahui

Waspada! Ini 5 Cara Penularan Scabies dari Anabul ke Manusia yang Perlu Diketahui

Anabul (anak bulu) seperti kucing dan anjing bukan hanya hewan peliharaan, melainkan anggota keluarga yang memberikan kebahagiaan. Namun, sebagai pemilik yang bertanggung jawab, kita perlu memahami risiko kesehatan yang mungkin timbul, salah satunya scabies. Penyakit kulit ini tidak hanya mengganggu kenyamanan anabul, tetapi juga dapat menular ke manusia.

Di NOVAMOS, kami percaya bahwa pencegahan dan perawatan yang tepat adalah kunci menjaga kesehatan anabul dan keluarga. Artikel ini akan membahas secara detail cara penularan scabies dari hewan ke manusia, gejala yang perlu diwaspadai, serta solusi alami untuk mengatasinya. Simak selengkapnya!


Apa Itu Scabies pada Anabul?

Scabies adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Parasit mikroskopis ini menggali lapisan kulit anabul, menyebabkan gatal hebat, iritasi, dan ruam merah. Pada manusia, scabies dikenal sebagai zoonosis—penyakit yang bisa ditularkan dari hewan ke manusia.


Cara Penularan Scabies dari Anabul ke Manusia

1. Kontak Langsung dengan Kulit Terinfeksi

Scabies mudah menular melalui sentuhan langsung dengan area kulit anabul yang terinfeksi. Aktivitas seperti mengelus, memandikan, atau memeluk anabul berisiko memindahkan tungau ke manusia.

2. Berbagi Tempat Tidur atau Selimut

Tungau scabies dapat bertahan hidup di kain hingga 72 jam. Jika anabul sering tidur di kasur atau sofa keluarga, risiko penularan meningkat.

3. Kontak dengan Benda Terkontaminasi

Sisir, mainan, atau kandang yang tidak dibersihkan secara rutin bisa menjadi sarang tungau scabies.

4. Sistem Kekebalan Tubuh yang Lemah

Anak-anak, lansia, atau orang dengan imunitas rendah lebih rentan tertular scabies dari hewan peliharaan.

5. Tidak Segera Menangani Anabul yang Terinfeksi

Menunda perawatan anabul yang menunjukkan gejala scabies (seperti garukan berlebihan atau kerak di kulit) memperbesar risiko penularan.


Gejala Scabies pada Manusia

  • Ruam merah berbentuk garis (terutama di sela jari, pergelangan tangan, atau lipatan kulit).
  • Gatal parah, terutama di malam hari.
  • Benjolan kecil atau lepuhan berisi cairan.

Cara Mencegah Penularan Scabies

A. Jaga Kebersihan Anabul

  • Mandikan anabul secara teratur dengan NOVAMOS Shampoo Degreaser untuk membersihkan kotoran dan minyak berlebih.
  • Gunakan NOVAMOS Tisu Pembersih Telinga dan Mata untuk mencegah infeksi sekunder.

B. Rutin Membersihkan Lingkungan

  • Semprotkan NOVAMOS Penghilang Bau Kotoran pada area kandang atau litter box untuk membasmi bakteri.
  • Cuci selimut dan mainan anabul dengan air hangat.

C. Gunakan Produk Perawatan Antiparasit

  • NOVAMOS Salep Scabies mengandung bahan alami seperti tea tree oil dan neem yang efektif membunuh tungau tanpa iritasi.
  • Oleskan salep pada area kulit anabul yang terinfeksi 2x sehari hingga sembuh.

D. Hindari Kontak Langsung Saat Anabul Terinfeksi

Gunakan sarung tangan saat merawat anabul dan cuci tangan dengan sabun antiseptik setelahnya.


Scabies pada anabul adalah masalah serius yang tidak boleh diabaikan. Dengan memahami cara penularannya, Anda dapat mengambil langkah preventif untuk melindungi seluruh keluarga. Selalu prioritaskan produk perawatan berbahan alami seperti NOVAMOS yang aman untuk anabul dan ramah lingkungan.


Sudahkah Anabul Anda Terlindungi dari Scabies?
Kunjungi website NOVAMOS atau kunjungi official store kami di Shopee, Tokopedia, Lazada, dan TikTok untuk mendapatkan produk perawatan hewan terbaik. Jangan lupa follow Instagram @novamos.id untuk tips kesehatan anabul lainnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *