Scabies vs Jamur pada Kucing — Mana yang Dialami Kucingmu?
Banyak pemilik kucing bingung membedakan scabies dan jamur karena gejalanya mirip: gatal-garuk, bulu rontok, kulit bermasalah. Padahal penyebab, pengobatan, dan pencegahannya berbeda.
Tabel Perbedaan Scabies dan Jamur pada Kucing
Scabies (Kudis):
- Penyebab: Tungau Notoedres cati
- Gejala utama: Gatal sangat hebat, garuk terus
- Area: Wajah, telinga, leher (menyebar ke tubuh)
- Tampilan: Kerap kecoklatan, kemerahan, luka garukan
- Penularan: Sangat cepat ke kucing lain dan manusia
Jamur (Dermatofitosis):
- Penyebab: Jamur dermatofita Microsporum canis
- Gejala utama: Bercak bulat botak, kadang gatal kadang tidak
- Area: Bisa di mana saja
- Tampilan: Tepi bercak bersisik, kulit merah di tepi
- Penularan: Menular tapi lebih lambat
Kenapa Harus Bisa Membedakan?
Obat scabies dan obat jamur berbeda. Mengobati salah diagnosis bisa memperparah kondisi. Kabar baik: NOVAMOS Salep Scabies & Jamur dirancang untuk keduanya sekaligus.
NOVAMOS — Solusi untuk Scabies dan Jamur
- Anti-parasit — membunuh tungau scabies
- Anti-jamur — menghentikan dermatofita
- Anti-inflamasi — meredakan gatal dan kemerahan
- Aman jika dijilat
- Rp31.239 per tube
Kapan Harus ke Dokter Hewan?
- Tidak membaik setelah 7 hari
- Menyebar ke seluruh tubuh
- Kucing demam atau lesu
- Scabies menular ke manusia
Kesimpulan
Scabies dan jamur punya gejala mirip tapi penyebab dan pengobatan berbeda. NOVAMOS menjawab kebutuhan ini dengan formula efektif untuk keduanya.



